Tiara Lestari's Personal Journal

My words, my feeling, my memories, my experiences. Mostly, this is me.

Saturday, April 22, 2006

Today I am home


Today is the first day for me. The first day of a new career in my own native land of Indonesia. At 1pm Jakarta time, "from Sensual to Elegance" exhibition begins and you my friends are all welcome to visit me there today, Sunday April 23rd until Sunday, April 30th at the Sudirman Place, Jakarta.

Yesterday, a good friend asked me if I can describe my feelings about this exhibition into words. I couldn't. This exhibition is a part of my soul screaming without words for existence in a world where I don't belong. But I am asking anyway. He then asked me to write a poem about it.

So I did. In my own language. For my brothers and sisters all over Indonesia. Thank you for supporting me.


BOLEHKAH

Tadi malam
Saya keluar rumah
Saya melihat keatas
Mencari matahari…

Yang ada hanya bintang
Kecil…
Kecil... diatas sana

Kemana Matahari yang besar itu?
Kemana si Dia yang menguasai hari?
Kenapa dia tenggelam?

Sebesar itu...
Sekuat itu...

Apalagi saya yang sekecil ini..
Apalagi saya yang selemah ini...

Besok paginya saya mengintip
Dari jendela kamar saya

Si matahari sudah terbit lagi!
Langit dikuasainya lagi....
Bintang-bintang dan bulan bersembunyi

Dia yang tenggelam
Telah bangkit lagi...
Berdiri tegak
Menguasai langit!!

Bolehkah saya bangkit kembali?
Berdiri tegar seperti si matahari?

Saya ingin...
Saya mau...
Saya berniat.

Jakarta, 23 April 2006
Tiara Lestari
PS: Come back to tiaralestari.com on May 1st for a pleasant surprise for all of you :)

57 Comments:

  • At April 22, 2006 7:39 PM, Anonymous Nugi said…

    "... Saya berniat."

    Kau bisa!

     
  • At April 22, 2006 8:07 PM, Anonymous Anonymous said…

    makanya jangan jadi bintang Ra,...jadilah matahari, karena matahari bisa membakar,..bisa menghangatkan, bisa menghidupkan klorofil2 tumbuhan yang menghasilkan oksigen untuk kita bernafas. kalau jadi bintang? kau bisa jatuh, kau bisa hilang.

    .oyiksaja.

     
  • At April 22, 2006 8:09 PM, Blogger mazbowo said…

    dengan niat dan kemauan yang keras, tiara *air mata menetes* boleh bangkit kembali, tiara harus tegar seperti si matahari!

    mazbowo_solo

     
  • At April 22, 2006 10:26 PM, Anonymous Natalie said…

    Well done Tiara!

    We knew the exhibition would be a success. Great work. Nice Poem.

    Look forward to your next surprise.

    nat

     
  • At April 22, 2006 11:17 PM, Blogger Dan D. Baby said…

    Congrats on your exhibition. Are you back to English here? I didn't like using MySpace, it keeps doing popups and trying to make me download some weird software. Looking forward to seeing what's happening in the world of "From Sensual to Elegance", etc.

    Have a nice weekend!

     
  • At April 23, 2006 7:13 AM, Anonymous Anonymous said…

    Yang Lalu Biar Berlalu
    La Tahzan {Jangan Bersedih!}
    Karya Fenomenal DR. Aidh al-Qarni

    Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

    Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

    Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah paying gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ketempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.

    Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurangi kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

    Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.

    Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian : “Jangan engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?”

    “Aku benci khayalan,” jawab keledai.

    Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

    Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, agin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!

    gusti_dani@yahoo.com

     
  • At April 23, 2006 7:15 AM, Blogger efri said…

    Hari Ini Milik Anda
    La Tahzan {Jangan Bersedih!}
    Karya Fenomenal DR. Aidh al-Qarni

    Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

    Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

    Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesame.

    Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak –banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.

    {Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.} (QS.Al-A’raf: 144)

    Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

    Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?

    Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?

    Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap malam.

    Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semerawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”

    Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

    Aku hanya hidup hari ini, maka aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.

    Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.

    Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”

    “Wahi masa depan, engkau masih dalam kegiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun drinya yang dapat disebutkan.”

    “Hari ini milik Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalm “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.


    gusti_dani@yahoo.com

     
  • At April 23, 2006 7:16 AM, Blogger efri said…

    Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
    La Tahzan {Jangan Bersedih!}
    Karya Fenomenal DR. Aidh al-Qarni



    {Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (dating)nya.} (QS. An-Nahl:I)


    Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahikan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

    Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun kebumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhanti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bias jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

    Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan baying-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemisikinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.

    {Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.} (QS. Al-Baqarah:268)

    Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

    Biarkan hari esok itu dating dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.

    Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.


    gusti_dani2006@yahoo.com

     
  • At April 23, 2006 7:34 AM, Blogger efri said…

    Tips Menjadi Orang yang Paling Bahagia


    Keimanan menghapuskan keresahan, dan meleyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yg diburu oleh orang-orang yg bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah.
    Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.
    Terimalah qadha’ yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyalah kegelisahan.
    Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.
    Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala seuatu. Tak ada yang harus Anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki, dan iri.
    Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.
    Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika Anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik.
    Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.
    Hindarilah sesama manusia kecuali untuk berbuat baik. Jadilah orang yang senantiasa berada di dalam rumah, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri Anda, dan kurangilah berbaur dengan banyak orang (yang tidak membawa manfaat).
    Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
    Semesta ini dibangun di atas sebuah keteraturan. Karena itu, pakaian, rumah, meja, dan kewajiban Anda harus dikerjakan dengan rapi.
    Keluarlah ke tempat yang lapang, lihatlah kebun-kebun nan indah, dan sibaklah ciptaan dan kreasi Sang Pencipta.
    Anda harus berjalan-jalan dan berolah raga. Jauhi kemalasan dan ketidakberdayaan. Tinggalkan kekosongan dan pengangguran.
    Bacalah sejarah, pikirkan keajaiban-keajaibannya, renungkan keanehan-keanehannya, simak kisah-kisah dan kabar-kabarnya.
    Perbaharuilah hidup Anda. Jadikan hidup Anda lebih bervariasi. Ubahlah rutinitas hidup Anda.
    Jauhi dan kurangi makan-makanan perangsang misalnya, kopi dan teh, dan hati-hatilah terhadap rokok, syisya, dan yang lainnya.
    Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan. Perhatikan penampilan luar. Jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.
    Jangan membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa.
    Ingatlah, bahwa Rabb sangat luas ampunan-Nya, menerima taubat, mengampunin hamba-hamba-Nya, dan mengantikan kejahatan dengan kebaikan.
    Bersyukurlah kepada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, penutup (aib), pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, serta nikmat-nikmat lainnya. Sebab, tidakkah Anda tahu bahwa di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjarakan, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.
    Hiduplah bersama al-Qur’an, baik dengan cara menghafal, menbaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab, ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
    Bertawakallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, dan bergantunglah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.
    Maffkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda. Sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silaturahmi dengan Anda. Berilah orang yang pernah tidak pernah memberi kepada Anda. Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda, niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.
    Bacalah secara berulang-ulang la hawla wala quwwata illa billahi karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tenteram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat menjadi ringan, dan membuat Yang Maha Kuasa menjadi ridha.
    Perbanyaklah membaca istighfar, sebab dengan istighfar akan ada rezeki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.
    Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga dengan kelegaan hati, niscaya Anda akan mendapatkan ketenteraman dan kebahagiaan.
    Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar. Ketahuilah, bahwa keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.
    Optimistislah, jangan pernah berputus asa dan menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan, tunggulah segala kebaikan dan keindahan dari-Nya.
    Terimalah pilihan Allah untuk Anda dengan gembira. Sebab, Anda tidak tahu tentang kemashlahatan. Bisa jadi kesulitan itu baik daripada kemudahaan.
    Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan mengajarkan kepada diri Anda bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri dari diri Anda.
    Anda membawa banyak kenikmatan dalam diri Anda, dan membawa pundit-pundi kebaikan yang Allah karuniakan kepada diri Anda.
    Berbuat baiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar Anda akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan, dan dari mengasihi anak yatim.
    Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.
    Ketahuilah bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tidak seorang pun yang lepas dari kesedihan, dan tidak seorang pun luput dari kesulitan.
    Yakinlah bahwa dunia ini adalah tempat cobaan, ujian, tantangan, dan kesediahan. Karena itu, terimalah ia apa adanya dan mintalah pertolongan kepada Allah.
    Belajarlah dari orang-orang yang telah terdahulu: yang pernah dikucilkan, yang pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh, yang pernah diuji, dan yang pernah dibuang dan dikeluarkan dari negerinya.
    Pahala dari semua yang menimpa Anda ada pada Allah, baik itu kesdihan, keresahan, kelaparan, kefakiran, rasa sakit, hutang, dan musibah-musibah yang lain.
    Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan, hamba dan menambah pahala.
    Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.
    Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak pernah terjadi. Di sisi Allah lah semua kecukupan, dan di sisi Allah lah semua pengawasan dan pertolongan.
    Jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam dan jangan pula dengan orang-orang pengangguran serta pendengki. Sebab mereka adalah penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan.
    Usahakan melakukan takbiratul ihram bersama-sama, perbanyaklah berdiam diri di masjid, dan biasakan dirimu untuk menyegerakan shalat agar Anda mendapatkan kebahagian.
    Jauhilah dosa-dosa, sebab dia adalah sumber keresahan dan kesedihan, dan pintu kearah musibah serta keadaan tertekan.
    Bacalah selalu la Ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh Zhalimin, sebab doa ini memiliki rahasia yang sangat ajaib untuk melepaskan seseorang dari kesulitan, dan merupakan berita yang agung tentang dihapuskannya cobaan.
    Jangan terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang di ketakan tentang diri Anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya, dan bukan diri Anda sendiri.
    Cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada diri Anda setara dengan nilai diri Anda. Sebab, kini Anda menjadi bahan omongan dan seorang yang penting.
    Ketahuilah, bahwa orang yang mengghibah Anda berarti menyetorkan kebaikan-kebaikannya kepada Anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan Anda, dan menjadikan diri Anda orang yang terkenal. Tentu saja yang demikian ini adalah nikmat.
    Jangan terlalu ketat menekan diri untuk melakukan ibadah. Lakukan yang sunnah dan ketaatan sedang-sedang saja. Tempuhlah jalan pertengahan, dan jangan berlebihan.
    Tuluskan tauhid Anda untuk Rabb agar hati terbuka. Sejernih mana tauhid Anda dan sebersih mana keikhlasan Anda, maka sejernih dan sebersih itu pulalah kebahagiaan Anda.
    Jadilah sosok pemberani yang berhati teguh dan berjiwa kuat. Anda memiliki semangat dan tekat. Jangan sekali-kali Anda termakan oleh rumor dan cerita-cerita yang tidak benar.
    Jadilah orang dermawan, sebab orang yang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas. Sedangkan orang yang pelit hatinya pengap dan nuraninya kotor.
    Tersenyumlah kepada siapa saja, niscaya Anda akan mendapatkan cinta kasih mereka. Haluskan tutur kata Anda niscaya mereka akan mencintaimu. Dan, rendahkan hati kepada mereka niscaya mereka akan menghormati Anda.
    Balaslah perbuatan yang baik dengan yang lebih baik. Berbuat baiklah kepada sesame, padamkan semua api permusuhan, berdamailah dengan musuh, dan perbanyaklah teman.
    Pintu kebahagiaan terbesar adlah doa kedua orang tua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak Anda sukai.
    Hadapilah manusia itu apa adanya dan maafkan apa yang mereka lakukan. Ketahuilah bahwa ini merupakan sunah Allah pada manusia dan kehidupan itu sendiri.
    Jangan hidup dalam idealisme-idealisme, tapi hiduplah dengan realita. Sebab, dengan hidup dalam idealisme, sama saja dengan Anda menginginkan dari orang lain apa yang tidak dapat Anda lakukan. Karena itu, jadilah orang yang obyektif (dalam melihat kenyataan).
    Hiduplah sederhana, dan jauhilah semua bentuk foya-foya dan pemborosan. Sebab setiap kali badan diajak berfoya-foya, maka jiwa akan semakin terhimpit.
    Lakukanlah dzikir-dzikir tertentu, sebab ia akan menjadi pejaga dan pelindung Anda. Dan, di dalamnya ada kebenaran dan petunjuk yang akan membuat waktu-waktu Anda menjadi lebih bermakna.
    Rencanakanlah pekerjaan-pekerjaan itu, jangan menggabungkannya dalam satu waktu. Rencanakanlah pekerjaan-pekerjaan yang akan Anda kerjakan dalam satu rentang waktu tertentu, dan luangkan beberapa waktu di antaranya untuk istirahat agar optimal.
    Lihatlah orang yang lebih rendah dari diri Anda dalam hal tubuh, rupa, harta, rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tujuannya, agar Anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari Anda dalam hal-hal dimaksud masih ribuan jumlahnya.
    Tanamkan dalam keyakinan Anda bahwa siapa saja yang menjalin komunikasi dengan Anda tidak terlepas dari cela, baik itu saudara, anak, istri, kerabat maupun teman, karenanya persiapkan diri Anda untuk menerima semua.
    Maksimalkan bakat yang diberikan kepada diri Anda, ilmu yang Anda sukai, rezeki yang dikaruniakan kepada diri Anda, dan pekerjaan yang cocok untuk Anda.
    Hati-hati, jangan sekali-kali melukai perasaan seseorang dan kelompok. Jadikan lisan itu lurus, bicaranya baik, kata-katanya segar, dan isi pembicaraannya terjaga dari hal-hal buruk.
    Ketahuilah, bahwa kesabaran itu akan mengubur aib-aib, ketabahan itu akan menjadi penutup bagi kekeliruan, dan kedermawanan itu adalah pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.
    Menyendirilah beberapa saat untuk merenungkan hal-hal yang Anda hadapi, untuk instrofeksi diri, untuk memikirkan akhirat, dan untuk memperbaiki dunia.
    Perpustakaan pribadi Anda adalah kebun yang rindang dan taman yang penuh dengan bunga-bunga di sekitar rumah Anda. Nikmatilah kebun dan taman itu bersama dengan para ulama, para bijak, para sastrawan, dan para penyair.
    Carilah rezeki yang halal, dan jauhi rezeki yang haram. Hindarkan dirimu untuk meminta-minta kepada yang lain. Berdagang itu lebih baik daripada menjadi pegawai. Gunakan uangmu untuk berdagang, dan hiduplah dengan sederhana.
    Berpakaianlah secara sederhana, bukan cara berpakaian orang-orang yang berlebih-lebihan, juga bukan meniru pakaian orang-orang gembel. Jangan mencari popularitas dengan pakaian, seperti umumnya orang.
    Jangan mudah marah, sebab marah hanya akan merusak keadan jiwa, merubah perilaku, memperburuk pergaulan, merusak cinta, dan memutuskan tali silaturahmi.

    Bersambung…
    (Baca Lengkapnya di buku La Tahzan {Jangan Bersedih!}
    Karya Fenomenal DR. Aidh al-Qarni

     
  • At April 23, 2006 8:11 AM, Anonymous Anonymous said…

    bagus...

     
  • At April 23, 2006 8:16 AM, Blogger Dannyssis said…

    Thank you Tiara!!!

    Good luck this week!!

    Rhonda

     
  • At April 23, 2006 4:35 PM, Anonymous joseph said…

    SANG SURYAKU KEMBALI

    Kala Surya turun di ufuk barat
    ku termenung...
    gundah gulana merasuk sukma
    akankah bertemu sang surya kala depan?

    Akankah sang Surya muncul ?
    Hatikupun gundah...

    Galau!
    Kalap!
    Bingung!
    Kacau!
    berkumpul menjadi satu
    merengguh sukmaku...

    Kucari sang Surya....
    Dimanakah dikau kasih ?
    Akankah kau sapaku lagi?
    Akankah kau hangatkanku lagi?

    Namun sang bulan pun...
    diam tak menjawab
    sang bintang pun tetap berkelip
    tanpa geming......

    Lambat laun,
    sang bulan...
    sang bintang....
    menghilang......

    Oh....
    Sang Kasih yang kunanti
    menyapu hangat punggunggku
    dengan kehangatan Suryamu....

    Kini...
    sukmaku kembali tegar bediri
    Percayaku pada sang Khalik,
    sang Surya...
    Kasihku....
    telah kembali
    dan akan selalu kembali
    tegar berdiri....
    menyapaku....

    (just for Tiara, it isn't a great poem, but i try to make it as the answer of your poem... I hope you can catch the meaning... Make a great step a head.... don't look back, the finish line is in front !!! I hope u can enjoy this poem and can make your blog more beautifull....-joseph-)

     
  • At April 23, 2006 6:20 PM, Blogger booms2x said…

    Hi Tiara...

    Entah kenapa, waktu membaca komentar2 ini, saya malah ketawa-ketiwi sendiri...Maaf bukannya merendahkan atau mengecilkan arti dari support teman2 yang ada... Ada yang ngirim nasihat panjang banget, sampai males bacanya... Ada yang ngirim puisi juga... wakakaka.... :D

    Bersyukurlah Tiara, banyak orang yang mendukung anda sampai segitunya.... :)

    Anyway... sukses dengan pamerannya... :p

     
  • At April 23, 2006 6:56 PM, Anonymous ilna said…

    Tiara .. nice poem ...

     
  • At April 23, 2006 7:59 PM, Anonymous Anonymous said…

    "Kenapa harus mencari yang tidak ada Tiara.....Nikmati yang ada seperti bintang kecil...namun memancarkan sinarnya..yang indah ...dan mungkin memandang keindahan tidak ternilai harganya... dan syukuri...."

    An Rico
    Anricobagas2001@yahoo.com

     
  • At April 23, 2006 8:02 PM, Blogger Gebyar said…

    Selamat dan sukses atas pamerannya. Sayang tidak bisa menyaksikannya langsung. Nice Poem, setidaknya Tiara sudah berniat, dan jujur. Mudah-mudahan yang terbaik buat Tiara.
    Kapan pameran di luar Jakarta?

     
  • At April 23, 2006 8:57 PM, Blogger Gregg said…

    Congratulations Tiara :-)

    Lotsa love, Gregg

     
  • At April 23, 2006 9:17 PM, Blogger xienxien said…

    Dear Tiara..

    Puisi yg indah dan perubahan yg indah..
    Kita tunggu pleasant surprise-nya 1 Mei mendatang..

    best regards,
    xien"
    medan

     
  • At April 23, 2006 10:26 PM, Blogger rully said…

    hidup itu indah

     
  • At April 23, 2006 10:43 PM, Blogger gretan said…

    hey...
    gut lak yah mencari rezeki di negeri sendiri...semoga niat baik kamu akan bertahan walaupun pastinya akan banyak badai menyerang...:)

    btw, rambutnya itu wig ato asli yaa???

     
  • At April 23, 2006 11:00 PM, Anonymous Dee said…

    Thanks for dropping by to my blog :) Don't dream. coz you are really home..

    congrats for the exhibition and we'll be waiting for the prealant surprise on may 1st. Cheers Tiara...

     
  • At April 24, 2006 2:04 AM, Blogger putrisafeby said…

    hiks.. matahari dan bintang...

    indahnya... nice poem!

     
  • At April 24, 2006 2:32 AM, Anonymous Anonymous said…

    Assalamu' alaikum wr.wb., Tiara,

    I am glad to see you back in Indonesia with a brand new spirit. I really hope that someday you will wear hijab (jilbab) all the time and become a really brand new Tiara the muslimah. Everybody makes mistake and sin, but it always a good start to apologise for our wrongdoing in the past, than become a stubborn person who never realise that we do make a lot of mistakes. When will you be arriving back to Solo ? I stay in Yogya and a fully Javanese man from Klaten.

    All the best. Wassalamu' alaikum wr.wb.

     
  • At April 24, 2006 6:54 AM, Anonymous sahat_mr_tampubolon@yahoo.com said…

    Adalah baik kamu bangkit kembali. Setelah "keterkejutan yang menyakitkan" itu. Yup, saya menginginkan kamu bangkit dan kembali. Tegar, teguh, menatap ke depan. Dan bergairah!

    Maka jadi hal yang mengherankan, dan kusayangkan, mengapa perjalananmu, "From Sensual To Elegance", harus kamu lakukan di sini? Dan selamanya, ya selamanya, menyimpan kekecewaan, bahwa kamu mengalami 'keterkejutan yang menyakitkan' itu? Belum lagi bayang2nya akan menghantuimu terus, sebab terus tersimpan dalam benak masyarakat.

    Mengapa tidak disana? Di pusat pusat mode dunia? Mengapa tidak berlari mengejar impian, being an international elegance fotomodel from Indonesia? Babe, kamu bisa!

    Dan kalau kamu capai itu, sinar bintangmu akan menghapus air mata bayangan kelabu masa lalu. And you won the respect of this society. Because you are the star, shining brighly. Dan kamu mencapainya dengan perjuangan. So be proud of it! You are a star!

    Cheers!

     
  • At April 24, 2006 4:58 PM, Anonymous Nat said…

    I don't think wearing hijab or being so called "muslimah" is a necessary thing. Everyone and anyone can become a good person with their own choice.

    It's not a sin to appear nude. The sin comes from one who sees nudity as being object of sexuality. We all came naked to this world. A person is not judged by what she wears or what she appears. It's the personality and determination within that spins the world.

    We make no mistakes. It's what you do and what you don't. What matters is the will to always learn and make this world a better place for everyone.

    My two cents,

    Nat

     
  • At April 24, 2006 8:43 PM, Anonymous simbah said…

    Bener-bener tekat yang mengesankan, tercermin dari puisimu Tiara. Salut.

     
  • At April 24, 2006 10:35 PM, Anonymous Ashurya said…

    from Ashurya
    Masa lalu adalah masa depan bagi yang lalu. dan masa depan adalah masa lalu bagi yang didepannya. Semua manusia punya salah keculai para utusanNya. Masa lalu adalah kenangan dan cermin pelajaran dan masa depan adalah harapan, tantangan dan penemuan. Tentang siapa kita? Kenapa kita ada? Dan untuk apa kita ada?

     
  • At April 24, 2006 10:51 PM, Anonymous Suryo Atmodjo said…

    Tiara Lestari mahkota berlian yang abadi itu adalah arti namamu secara tersirat. Engkau ingin berubah, tapi perubahan apa yang kamu ingini. Karena hidup itu adalah pilihan dan masalah alias ujian. bagaimana kamu menyikapinya dan mengambil keputusan. Karena masa depan itu bercabang dimana di tiap cabang itu mengantarkan anak manusia ke tempat yang terbaik atau terburuk tergantung dari sikap serta keputusannya di masa lalu. Bacalah! Bacalah dengan nama Tuhanmu! terjemahan sebuah ayat suci di kitab suci agama islam mneyerukan kepada seluruh manusia di dunia tidak pandang agama mereka itu muslim, nasrani, budha, hindu, kabalah, protestan, konghucu, holy spirits, zionis etc., untuk membaca, membaca disini tidak memelulu baca buku, koran, blog, kitab suci, melihat film. Tapi membaca disini menyangkut dengan membaca kehidupan itu sendiri. Karena itu sebelum kamu berubah hendaknya carilah dirimu sendiri. Karena manusia berubah itu tidak hany tingkah dan laku, tapi semuanya!

    Semoga kamu berhasil! Saya turut mendoakan dan menunggu perubahan itu!

     
  • At April 25, 2006 1:00 AM, Anonymous Anonymous said…

    Tiara, setiap manusia pasti punya salah dan dosa....
    Yang terpenting adalah segera bertobat sebenar-benarnya kepada Allah dan berusahalah untuk mendekatkan diri kepada Nya, karena ketika kematian menjemput kita, hanya amal didunia yang kita bawa...
    Tetaplah teguh untuk berubah.
    doa saya menyertai mu.
    Umi Afifah

     
  • At April 25, 2006 1:09 AM, Anonymous Anonymous said…

    Tiara, saya ingat apa yang ditulis oleh Steven R Covey, katanya "Jika anda ingin keberhasilan yang sedikit, ubahlah prilaku, tetapi jika ingin keberhasilan yang besar, ubahlah paradigma anda.
    so you mush change your paradigma, sehingga kamu benar-benar menjadi the elegant girl.

    salam kenal
    umi afifah

     
  • At April 25, 2006 1:21 AM, Blogger An Rico said…

    "Kenapa harus mencari yang tidak ada Tiara.... Nikmati yang ada dan syukuri......bukankah bintang juga memiliki keindahannya tersendiri....seperti kamu ...juga memiliki keindahan tersendiri...yang tidak di miliki oleh orang lain...."

     
  • At April 25, 2006 1:25 AM, Blogger An Rico said…

    "Kenapa harus mencari yang tidak ada Tiara,nikmati yang ada dan syukuri......bintang punya keindaan tersendiri.....begitupun kamu Tiara....Keindahanmu terpancar....dan tidak ada orang lain yang menyamai..."

     
  • At April 25, 2006 4:17 AM, Anonymous Leo said…

    Salut dengan proses metamorfosis yang Mbak Tiara lakukan...keep working...

     
  • At April 25, 2006 11:23 AM, Blogger dian mercury said…

    welcome home, ti...

     
  • At April 26, 2006 3:17 AM, Blogger rhoma_setan_mesum said…

    dear Tiara Lestari...,

    manusia adalah manusia, manakala ia mampu untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan...

    manusia adalah manusia, manakala ia menggunakan akalnya untuk berlaku...

    manusia adalah manusia, manakala ia meragu untuk bertindak...

    manusia adalah manusia, manakala ia merasa sebagai substansi kecil, lemah, dan tak berdaya...

    manusia adalah manusia, manakala ia berusaha untuk mencari dan terus mencari eksistensi dirinya...

    sadarilah, engkau adalah manusia...

    engkau bukanlah manusia yang berhak meminta pertanggungjawaban orang lain atas tindakan mereka...

    engkau bukanlah manusia yang bertindak atas dasar emosi personal untuk menjustifikasi sesuatu...

    engkau bukanlah manusia yang berkuasa, yang berhak menentukan haram-halal atas segala sesuatu...

    engkau bukanlah manusia yang selalu benar, sehingga berani untuk mengeluarkan fatwa mati...

    engkau bukanlah manusia yang merasa diri sebagai yang paling mengerti mengenai Tuhan, sehingga daripadanya dapat berkata-kata atas nama-Nya...

    bukan.., engkau bukanlah seperti itu..

    itu hanya dapat terjadi pada saya... hahahahaha!!!

    - rhoma_iblis -

     
  • At April 26, 2006 4:19 AM, Anonymous Anonymous said…

    Nice poem!!

    some scholar said "every single word that you speak or write represent who you really are, and only you and God really know, who you really are"

    Adit

     
  • At April 26, 2006 6:15 AM, Blogger Meidi Dewinta said…

    Mbak Tiara... Tadi sore jam... 5an kalo nggak salah, saya nonton Infotainment Insert Investigasi, ngebahas Mbak Tiara.... waaa... mbak Tiara cantik banget.... sayang nggak nonton sampe abis... :'(

     
  • At April 26, 2006 10:24 AM, Blogger suksmo said…

    tiara....... nama yang .......knapa kmu kok........tapi gak papa asal kmu mau brubah sgalanya akan baik2 saja yuka ah capcus mmmmmmmmmmmmm.booooooo....booooooo....hihihi kmu imut bgt tiara

     
  • At April 26, 2006 10:26 AM, Blogger suksmo said…

    tiara.........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    tiara..........................
    tiara.........................
    gol............golgolgolgol....
    GOLLLLLLLLLLLLL..............!!

     
  • At April 26, 2006 10:31 AM, Anonymous ecchan said…

    hello tiara ^^
    konnichiwa :D

    i'm ecchan.. i'm from surabaya.. nice to know you!! *sok english degh gw XDDDD~

    chan barusan liat tiara di Lepas Malam Trans TV.. aslinya mah chan udah liat mulai dari awal pemunculan tiara di TV.. yaitu sejak di kick andy..

    some people may scold you..
    but i adore you...


    so good luck with your exhibiton... *but i can't see it* T___T
    hiks..hiks...

    nggak ada rencana buat pameran di Surabaya nih ra oO?? kalo ada bilang2 yah :D

    good luck!!

     
  • At April 26, 2006 10:31 AM, Anonymous miracle said…

    gw baru liat kamu jadi bintang tamu di lepas malam. n ada satu pertanyaan yg bikin gw penasaran. kan kamu bilang, kalo kamu yg ngasih tau ke nyokap kamu tentang jadi model di majalah playboy, sebenarnya reaksi apa yg kamu harapkan dari nyokap kamu? apa kamu berharap dia akan bisa menerima? atw memang kamu dah siap dengan kemungkinan dia akan kecewa dan sedih? sori kalo pertanyaan gw ga nyambung di comment ini. soalnya ga tau mo taruh di mana. hehehe...

     
  • At April 26, 2006 10:36 AM, Blogger fransrover said…

    mbakk tiara kalo minat ama buku nya masi bisa order ga? huhuhu baru tau nihh ada blog nya.. thankkss

     
  • At April 26, 2006 10:45 AM, Anonymous nugi said…

    I saw only the latest part of the Lepas Malam talk show. My comment: Women shouldn't love terrestrial crocodile *disconnected aka nda nyambung*. How's the exhibition went on?

     
  • At April 26, 2006 7:08 PM, Anonymous ari taqim said…

    i think u r ok

    at least u were (super show 'n Lepas Malam) honest to every one and yourself and that's gooooood

    shame that u don't want to pose for more . . .
    but to be honest with you, i think that is even better if you decided not to pose anymore . .
    way to go girl

    http://jmcku.blogs.friendster.com/photos/galeries/index.html

     
  • At April 26, 2006 7:19 PM, Blogger Moh Arif Widarto said…

    Saya ucapkan selamat atas pilihan Tiara untuk kembali ke Indonesia dan meninggalkan dunia lama. Tidak akan ada kerugian bagi kita untuk membahagiakan Ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita.

     
  • At April 26, 2006 9:34 PM, Anonymous Anonymous said…

    kolon nuwun mbak tiara.
    semalam tampil lagi di tv. emmmmmm.... terlihat lebih fresh n cantik sebagai orang indonesia pada khususnya dan orang solo pada ummumnya yang menjunjung tinggi tata krama dan sopan santun.
    ngomong2 njenengan dari solo, kulo inggih saking solo llho.....




    eko.

     
  • At April 26, 2006 10:07 PM, Anonymous gemintang said…

    I watched Lepas Malam last night. and you look like a Japanese to me. Are you trying to look like them, or it just a state of your style?

     
  • At April 28, 2006 7:55 AM, Anonymous Anonymous said…

    Tiara

    Kenapa kamu skrg nggak 'tanned'? You look more beautiful with your olive skin!

    Lola

     
  • At April 28, 2006 11:00 PM, Blogger Julianto said…

    maju terus dengan konsep yang baru dan berguna bagi kita semua

     
  • At April 29, 2006 6:41 AM, Blogger bondolal said…

    pilihan anda menjadi "elegant" mudah2an memang pilihan anda sendiri...tp terus terang saya yg baru mulai menggemari anda jadi kecewa ...

     
  • At April 30, 2006 7:13 PM, Blogger Sandal Jepit said…

    Welcome home :)

     
  • At April 30, 2006 11:42 PM, Anonymous Anonymous said…

    Matahari tak dapat berdiri
    Matahari tak bercahaya tapi ia bersinar
    Matahari masih terbit karna masih ada kehidupan
    Matahari akan hilang tatkala Ia lelah melihat tingkah laku manusia yang mulai membakar dirinya sendiri.

     
  • At May 07, 2006 9:56 PM, Anonymous Anonymous said…

    I like the story of you Tiara, you not shy to tell all people about your past and how you were born on cow den. Not many people have that courage to blow up their past as you did.
    about your past when you be a playboy model, I see nothing wrong with that eventhough now you decide for something different.No need to argue and no need to a such conflict, it's your life and it's your choice wheter you like and want for your own life.
    Just live your life as you want gal and always make your mind free

    Go get your dream Tiara...and good luck for you

     
  • At May 07, 2006 10:34 PM, Blogger Flea said…

    This comment has been removed by a blog administrator.

     
  • At May 22, 2006 12:59 AM, Anonymous Anonymous said…

    stay sexy gurls..but remember dont to over..hehehe..tampil seksi boleh ajah kali ra,asal jgn keliatan seronok ajah.g dukung setiap penampilan lo,asal tau batas2 nya ajah ya..ok de selamat menjadi Tiara yang baru,,
    wish u luck!!
    -cheers-

     
  • At June 03, 2006 4:57 AM, Anonymous dhesman said…

    hi tiara kamu cantik tapi kenapa di blog ini kok nggak ada gambar hotnya sih.....

     
  • At June 26, 2006 12:09 AM, Anonymous Mtj said…

    Tiara yang cantik n sexy banget, Why do you always wear a wig ?? Tapi udah cantik yah tetap cantik, aku cuma penasaran aja......

     

Post a Comment

<< Home